Akang Aman Martabak: Warning
Headlines News :
Aman Martabak. Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Warning. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warning. Tampilkan semua postingan

Ciri Ciri Gorengan Berbahaya

Written By Rahmat Kurniawan on Senin, 01 Juli 2013 | Senin, Juli 01, 2013



Ngemil di sela-sela bekerja atau mengganjal perut sebelum waktu makan tiba sudah menjadi hal yang biasa. Cokelat, kacang, roti atau penganan ringan lainnya kerap mengisi perut keroncongan kita. Selain makanan-makanan dalam kemasan, gorengan juga merupakan salah satu camilan favorit karena memiliki banyak varian dengan rasa yang enak dan mengenyangkan. Gorengan mudah didapatkan di warung terdekat atau di penjual gorengan yang biasanya membuka lapak di pinggir jalan. 

Kenikmatan dan kerenyahan gorengan ternyata tidak baik bila dikonsumsi terlalu sering dan berlebihan. Gorengan mengandung kolesterol tinggi dan kandungan tidak baik lainnya. Bahkan ada penjual gorengan yang menambahkan plastik ke dalam minyak goreng untuk menggoreng agar gorengan renyah dan tidak mudah basi. Fakta miris ini tentu membuat kita berpikir dua kali untuk jajan gorengan lagi. Namun bila Anda ingin menikmati gorengan yang enak dan sehat, ada beberapa tips untuk mengenali ciri-ciri gorengan yang mengandung bahan berbahaya dan tidak layak untuk dikonsumsi:

1. Gorengan dengan warna mengkilap
Gorengan dengan warna mengkilap berarti digoreng dengan minyak goreng yang dicampur dengan plastik. Hindari membeli gorengan dengan warna kuning keemasan mencolok.

2. Pada gorengan terdapat bercak-bercak putih
Bercak-bercak putih pada gorengan ini berasal dari plastik yang dilelehkan di dalam minyak goreng. Plastik ini lelehnya tidak sempurna sehingga menggumpal dan menempel pada kulit gorengan.

3. Gorengan yang renyah tapi sedikit pahit
Anda membeli gorengan sudah berjam-jam yang lalu tapi masih renyah dan berasa sedikit pahit? Maka gorengan yang Anda beli mengandung kapur yang dicampurkan pada adonan gorengan. Kapur membuat gorengan awet dan tetap renyah walau sudah dingin selama berjam-jam.

4. Gorengan dijual dengan harga yang sangat murah
Bila Anda ditawari untuk membeli gorengan dengan harga yang jauh berbeda dengan yang lainnya maka Anda patut curiga karena bisa saja itu gorengan yang sudah basi atau mengandung formalin sehingga awet hingga berhari-hari.

5. Gorengan berbau menyengat
Bila gorengan berbau menyengat dan memiliki rasa yang aneh maka gorengan itu mengandung terlalu banyak MSG dan penyedap rasa lainnya. MSG dan penyedap rasa tidak baik dikonsumsi dalam kuantitas yang banyak jadi hindari membeli gorengan yang seperti ini.

Ada banyak cara untuk tetap menikmati gorengan tanpa kekhawatiran. Anda bisa membuat gorengan sendiri karena bagaimanapun juga gorengan yang dimasak sendiri akan lebih sehat dan higienis serta tidak mengandung bahan berbahaya.

Bahaya Minuman Soda

Written By Rahmat Kurniawan on Rabu, 22 Mei 2013 | Rabu, Mei 22, 2013


Di ambil dari beberapa postingan teman teman di internet ternyata banyak sekali kekuatan lain daripada minuman Coca cola dan sejenisnya, jadi biar semakin banyak yang tahu tentang kekuatan tersembunyi serta kehebatan lain daripada minuman Coca Cola dan sejenisnya saya tulis kembali beberapa kekuatan dan kehebatan minuman Coca Cola dan sejenisnya.

Untuk membersihkan keramik :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola ke dalam toilet. Tunggu sejam, kemudian siram sampai bersih. Asam sitric dalam Coca-Cola menghilangkan noda - noda dari keramik .

Untuk membersihkan karburator mobil :
Campur sekaleng Coca-Cola ke dalam karburator. Panaskan mesin 15-30 menit. Dinginkan mesin, setelah itu buang air karburator. Anda akan melihat karat yang rontok bersama air tersebut.

Untuk menghilangkan titik karat dari bumper, chrom, mobil :
Gosok bumper dengan gumpalan alumunium foil yang direndam dalam Coca-Cola.

Untuk membersihkan korosi dari terminal aki mobil :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola di atas terminal aki untuk membersihkan korosi.

Untuk melonggarkan baut yang berkarat :
Gosokkan kain yang direndam dalam Coca-Cola pada baut yang berkarat .

Untuk menghilangkan noda-noda lemak pada pakaian :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola ke dalam tumpukan cucian yang bernoda lemak, tambahkan detergent, dan putar dengan putaran normal. Coca-cola/Pepsi akan menolong menghilangkan noda lemak.

Juga berguna untuk menghilangkan kabut pada kaca mobil.

Untuk kita renungkan:

Untuk Perhatian Kita PH rata-rata dari softdrink, a.l. Coca-Cola & pepsi adalah 3.4. Tingkat keasaman ini cukup kuat untuk melarutkan gigi dan tulang! Tubuh kita berhenti menumbuhkan tulang pada usia sekitar 30th. Setelah itu tulang akan larut setiap tahun melalui urine tergantung dari tingkat keasaman makanan yang masuk.
Lihat video ini:


Semua Calcium yang larut berkumpul di dalam arteri, urat nadi, kulit, urat daging dan organ, yang mempengaruhi fungsi ginjal dalam membantu pembentukan batu ginjal. Soft drinks tidak punya nilai gizi (dalam hal vitamin dan mineral). Mereka punya kandungan gula lebih tinggi, lebih asam, dan banyak zat aditif seperti pengawet dan pewarna.

Sementara orang suka meminum soft drink dingin setelah makan, coba tebak apa akibatnya? Akibatnya?Tubuh kita mempunyai suhu optimum 37 derajat supaya enzim pencernaan berfungsi. Suhu dari soft drink dingin jauh di bawah 37 derajat, terkadang mendekati 0. Hal ini mengurangi keefektivan dari enzim dan memberi tekanan pada sistem pencernaan kita, mencerna lebih sedikit makanan. Bahkan makanan tersebut difermentasi.

Makanan yang difermentasi menghasilkan bau, gas, sisa busuk dan racun, yang diserap oleh usus, di edarkan oleh darah ke seluruh tubuh. Penyebaran racun ini mengakibatkan pembentukan macam-macam penyakit. 

Beberapa Contoh:
Beberapa tahun yang lalu lalu, ada sebuah kompetisi di Universitas Delhi? Siapa dapat minum Coca-Cola paling banyak?? Pemenangnya meminum 8 botol dan mati seketika karena kelebihan Karbondioksida dalam darah dan kekurangan oksigen.Setelah itu, Rektor melarang semua soft drink di semua kantin universitas.

Seseorang menaruh gigi patah di dalam botol pepsi, dan dalam 10 hari gigi tersebut melarut! Gigi dan tulang adalah satu-satunya organ manusia tetap utuh selama tahunan setelah manusia mati. Bayangkan Apa yang minuman tersebut pasti lakukan pada usus dan lapisan perut kita yang halus 

Dan yang paling extream adalah penelitian yang di lakukan oleh sekelompok anak muda yang melakukan uji coba pada tahun 2006 di sebuah episode di MythBusters (salah 1 program populer dari Discovery Channel) menemukan bahwa kafein, potassium benzoate, aspartame, dan CO2 yg terkandung dalam coca cola diet dan gelatin serta bahan arabic dari mentos menyebabkan efek “jet” atau ledakan bila dicampur.


Sebagai tambahan , MythBusters menyimpulkan bahwa struktur fisikal dari mentos adalah yang paling berpengaruh dari ledakan itu. Ketika mentos rasa buah itu di tes perlahan lahan dengan air berkarbonasi , tidak ada reaksi yang terjadi. Tapi ketika mentos standar (rasa mint) ditambahkan ke air berkarbonasi , maka menimbulkan letupan kecil.


Mereka menambahkan dan mengkonfirmasi teori letupan tersebut. Menurut MythBusters, permukaan dari mentos rasa mint dialasi dengan banyak lubang kecil yang membuat gelembung CO2 terbentuk dengan sangat cepat dengan jumlah yang banyak , yang menyebabkan letupan “jet” itu terjadi.

Lihat video ini


Teori ini juga didukung ketika garam padat digunakan sebagai subtitusi (pengganti) dari mentos serta sedikit dari alkohol atau minuman keras dari berbagai jenis juga bisa menyebabkan ledakan tersebut terjadi.

Karena itu mari kita sebar luaskan tentang kehebatan dan kekuatan tersembunyi dari minuman Coca cola yang di tutup tutupi oleh pihak produsen nya, karena tidak adil rasanya kalau masyarakat sampai tidak mengetahui tentang kehebatan dan kekuatan tersembunyi dari minuman Coca cola dan lihat juga situs ini Killer Coke.

(Sumber : Berbagai sumber)

Bahaya Minyak Goreng Bekas

Written By Rahmat Kurniawan on Rabu, 27 Maret 2013 | Rabu, Maret 27, 2013



Minyak goreng akan memberikan cita rasa lebih gurih, namun yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kualitas minyak yang akan digunakan?

Pasalnya, penggunaan minyak goreng yang berulang kali akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan Anda karena tingkat kejenuhannya yang tinggi, beberapa literatur menjelaskan bahwa minyak goreng yang digunakan berulang kali dapat menjadi pemicu dari berbagai macam kanker.

Beberapa ahli kesehatan menganjurkan untuk menggunakan minyak goreng tidak lebih dari tiga (tiga) kali pengulangan.

Minyak goreng bekas ini jadi pilihan karena memang lebih murah, namun sebenarnya penggunaan minyak goreng bekas ini sangat berbahaya bagi kesehatan.

Berdasarkan penelitian, telah ditemukan berbagai indikasi penyakit yang disebabkan oleh makanan yang digoreng menggunakan minyak jelantah, seperti jantung koroner bahkan sampai kanker. Inilah yang patut untuk kita waspadai.

Penggunaan minyak goreng berulang kali pada suhu tinggi akan mengakibatkan hidrolis lemak menjadi asam lemak bebas yang mudah teroksidasi, sehingga minyak menjadi tengik dan membentuk asam lemak trans yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan yang berhubungan dengan metabolisme kolesterol,penyakit tekanan darah tinggi, dan jantung

Tak hanya itu, penggunaan minyak bekas berulang juga akan membentuk akrolein yaitu suatu senyawa yang menimbulkan rasa gatal pada tenggorokan dan menimbulkan batuk. Dan yang tak kalah berbahaya, minyak ini juga bersifat karsinogen sehingga bisa menyebabkan kanker.

Karenanya, para ahli menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh kurang dari 10 persen dari asupan harian. Sumber lemak jenuh umumnya berasal dari lemak daging, lemak susu, mentega, lemak babi, minyak kelapa, minyak sawit, dan juga minyak inti sawit.

Selain itu, setiap kali Anda ingin menggoreng makanan, mulailah proses penggorengan pada suhu yang benar. Minyak yang digunakan untuk menggoreng sebaiknya berkisar antara 175-225 derajat celcius.

Nikmatnya Bubur Ayam Beracun

Written By Unknown on Minggu, 03 Maret 2013 | Minggu, Maret 03, 2013



Bubur nasi dengan suwiran daging ayam bertabur kacang kedelai. Hmm.. pastinya sangat menggugah selera. Apalagi disantap saat udara dingin usai hujan atau di pagi hari. Cara mendapatkannya pun relative mudah karena pedagang bubur ayam yang bertebaran hampir di setiap sudut gang.

Namun, informasi tentang bubur nasi berbahan kimia merebak di masyarakat. Inilah yang membuat Tim SIGI SCTV kemudian bergerak untuk melacak keberadaan bubur nasi yang telah dicampur zat kimia berbahaya oleh oknum pedagang bubur yang tidak bertanggung jawab.

Informan di Jakarta yang paham betul akan seluk-beluk pembuatan bubur ayam berbahaya menjadi langkah awal penelusuran. Ditemani sang informan, akhirnya Tim SIGI mendapatkan narasumber, yakni seorang penjual bubur berbahaya, berinisial NS.

Untuk mendapatkan informasi akurat, Tim SIGI pun menemani sang penjual bubur ’nakal’ berbelanja kebutuhan membuat bubur. Awalnya, bahan-bahan yang dibeli normal alias wajar-wajar saja. Namun, sebuah barang yang dibeli berikutnya membuat kaget. Sejumlah borax terlihat dalam genggaman tangan penjual bubur dan menjadi salah satu bahan yang dimasukkan ke dalam daftar transaksi.

Perjalanan berlanjut menuju tempat pemasakan bubur berbahaya. Diatas kompor yang menyala kecil bahan-bahan yang dibelinya dimasak dalam sebuah panci. Langkah NS berikutnya sangatlah menjijikan. Bubur nasi basi selanjutnya dicampurkan ke dalam racikan bubur yang tengah dimasak. Tak lupa, bahan kimia bukan untuk makananpun ia taburkan, lalu diaduk hingga rata. Setelah dibiarkan sesaat, jadilah bubur kental layaknya seperti bubur yang masih baru.

Langkah berikutnya adalah menyiapkan hidangan pelengkap berupa kacang dan kerupuk. Cara memasaknya pun tak kalah berbahaya. Sejumlah minyak sayur yang masih terbungkus dalam plastic, dimasukkan dalam wajan panas hingga plastic tersebut lumer dan menumpahkan minyak yang terbungkus tadi. Ini berarti minyak sayur yang digunakan untuk menggoreng menjadi larutan plastik yang lumer akibat panasnya suhu wajan. Larutan plastik ini pun tak kalah berbahaya bagi konsumen.

Usai meniriskan kacang dan kerupuk yang digoreng dengan larutan plastic, NS pun bergegas bersiap-siap untuk berjualan. Akhirnya tibalah sang pedagang menjajakan bubur berbahaya. Satu persatu konsumen dating menikmati bubur ayam semi basi dengan pelengkap kerupuk dan kacang yang tertempeli larutan plastic dari minyak goreng.

Sampel bubur dengan kandungan sejumlah bahan tak layak makan ini lalu dibawa ke laboratorium. Plastik yang dicampur dalam minyak gorengan ada resiko menginta bagi mereka yang mengkonsumsinya.

Pasar kembali dijelajahi untuk menunjukkan bagaimana mudahnya bahan kimia berbahaya berjenis borak alias pijer didapat. Kenyataan masih ada sekelompok orang bermain curang memperdagangkan makanan yang merugikan konsumen jadi fakta yang mengerikan. Pasalnya, sangat sulit meyakini mana makanan yang sehat untuk dikonsumsi, apalagi beredarnya bahan kimia asing berbahaya seperti boraks di pasar.

Dinas perdagangan berharap munculnya kebijakan tertentu dari pemerintah agar peredaran boraks bisa ditekan dan diminimalisir.

Terlepas dari kenakalan segelintir pedagang bubur masih ada berita gembira karena masih banyak pedagang bubur yang memperhatikan kualitas dan kesehatan.

Martabak Telor Penyebab Kanker

Written By Unknown on Senin, 11 Februari 2013 | Senin, Februari 11, 2013



Anda yang doyan martabak sebaiknya jeli sebelum mengkonsumsinya. Terutama memerhatikan pada kemasannya. Sebab, martabak yang dibungkus pakai kertas dapat menimbulkan kanker hati terhadap orang yang mengonsumsinya.

Hal itu disampaikan Kepala Puskesmas Pelabuhan Sambas Sibolga Sahat Hutajulu SKM, di sela acara penyuluhan yang dipusatkan di SDN 081292 Jalan SM Raja Kelurahan Pancuran Kerambil. Dia mengatakan, sesuai hasil penelusuran mereka di beberapa sekolah di wilayah kerjanya masih ditemukan ada makanan yang dianggap kurang sehat.

Sahat mencontohkan, kebiasaan pada murid SD sangat meminati martabak telor. Dikatakan Sahat, makanan tersebut memang bergizi, namun perlu dilihat pembungkusnya.

Menurut dia, kebanyakan penjaja martabak telor di Sibolga masih banyak yang menggunakan pembungkus yang terbuat dari kertas, sehingga tidak higienis. Sebab kata Sahat, dengan penggunaan alat pembungkus tersebut bisa terkontaminasi bakteri dan kuman serta berpotensi mendatangkan penyakit lainnya yang dapat menyebabkan penyakit kanker hati. "Untuk itulah, kita memberikan penyuluhan tentang penggunaan pembungkus yang sehat seperti adanya kertas pembungkus sehat seperti kertas higenis dan daun pisang. Sehingga para anak-anak kita bisa terhindar dari penyakit," beber Sahat.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan masih banyak sekolah yang belum optimal memerhatikan kondisi lingkungannya, terutama dalam hal pencegahan penyakit demam berdarah. "Kita masih banyak menemukan kaleng cat yang digenangi air. Ini berpotensi sebagai wadah pengembangbiakan nyamuk aedes aegepti," ujar Sahat setengah mengkritik.

Dia menyampaikan, penyuluhan yang dilakukannya sekaligus mewujudkan kegiatan 100 hari Kabinet Bersatu SBY-Budiono. Untuk itu, pihaknya menggelar penyuluhan ke 8 SDN yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pelabuhan Sambas.

Dijelaskan Sahat, penyuluhan yang mereka lakukan menitikberatkan pada penyuluhan makanan sehat dan bergizi, serta penyehatan lingkungan di sekolah untuk mengantisipasi berkembangnya nyamuk aedes agepty yang berpotensi mendatangkan demam berdarah.

Kegiatan itu sendiri disambut antusias masyarakat. Sedikitnya 100 murid merupakan perwakilan dari 8 SDN yang ada di wilayah kerja Puskesmas Pelabuhan Sambas dan juga para guru serta petugas Urusan Kesehatan Siswa (UKS).

Kepala SDN 081282 Norita Marbun SPd mengatakan, sangat menyambut positif kegiatan Puskesmas Pelabuhan Sambas. "Penyuluhan langsung kepada para siswa sangat membantu para siswa. Mereka dapat mengerti betapa perlunya mengantisipasi penyakit, sekaligus untuk menghindarinya," kata Norita Marbun.

Bahaya Susu Kedelai Tidak Basi

Written By Unknown on Kamis, 31 Januari 2013 | Kamis, Januari 31, 2013


Susu kedelai merupakan salah satu alternatif susu yang baik untuk kesehatan. Susu kedelai merupakan susu yang terbuat dari kedelai dengan melalui proses. Saat ini masyarakat cukup menyukai susu kedelai dikarenakan selain kandungan gizi dan mineral yang tak kalah dari susu sapi, harga susu kedelai juga lebih murah.

Namun dengan banyaknya permintaan masyarakat akan susu kedelai membuat banyak pengusaha susu kedelai menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Salah satu hal yang amat tidak etis dan melanggar kesehatan banyak orang adalah dengan mencampurkan bahan kimia berbahaya kedalam susu kedelai seperti misalnya kaporit serta formalin. Kaporit serta formalin ini seharusnya tidak dikonsumsi oleh manusia dikarenakan bisa mengganggu sistem organ didalam tubuh.

Hal ini dikarenakan keterbatasan teknologi susu kedelai rumahan maka membuat susu kedelai hanya bertahan sehari. Hal ini membuat pedagang kecil menyiasatinya dengan mencampurnya dengan kaporit. Untuk itu sebaiknya para konsumen harus berhati-hati dalam mengkonsumsi susu kedelai dikarenakan bahayanya untuk tubuh.

Sebetulnya kedelai merupakan makanan yang amat baik manfaatnya untuk tubuh dan memiliki kandungan berbagai macam vitamin dan mineral yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan otak.kedelai sangat baik untuk dikonsumsi oleh anak anak dan ibu hamil baik dalam bentuk kedelai utuh maupun kedelai olahan seperti tempe, tahu, susu kedelai dll.

Kaporit yang dicampurkan pada susu kedelai ditujukan agar susu kedelai yang biasanya basi dalam waktu satu hari menjadi 4 hari. Padahal kaporit biasa digunakan untuk membersihkan kolam renang. Kaporit juga biasa digunakan untuk membersihkan dinding berlumut. Jika disiram kaporit maka setelah beberapa saat lumut langsung mengelupas. Bagaimana jika cairan kaporit tersebut masuk kedalam tubuh kita. Hal ini bisa merusak jaringan sel serta menyebabkan kerusakan pada paru-paru.

Sebagai konsumen terutama anda yang memiliki anak kecil sebaiknya anda berhati-hati dalam membeli susu kedelai. Jika anda membeli susu kedelai dari industri rumahan maka sebaiknya anda membelinya dari pedagang terpercaya. Anda harus curiga jika setelah beberapa hari susu kedelai tak basi.

Daging Sapi Oplosan

Written By Rahmat Kurniawan on Selasa, 22 Januari 2013 | Selasa, Januari 22, 2013



Anda termasuk konsumen daging? Ada baiknya Anda lebih waspada membeli daging. Sebab, terungkap adanya peredaran daging sapi yang diduga bercampur daging babi dan kera. 

Sekitar empat kuintal daging yang diduga “oplosan”itu disita polisi dari seorang pengepul di Dusun Silir, Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Kemarin, petugas dari Dinas Peternakan dan Kelautan, penyidik kepolisian dan Taman Nasional Meru Betiri menguji fisik daging tersebut. Ini seperti yang diungkapkan staf Dinas Peternakan dan Perikanan dr Elok Kristanti.

...Daging oplosan tersebut dijual murah, yakni selisih Rp20.000 dari daging sapi murni yang harganya Rp60.000/kg...

Setelah melakukan cek fisik daging di Polres Jember, dia menyimpulkan bahwa pada ada dua macam daging dengan ciri sangat khas, yaitu daging sapi dan daging babi rusa. “Sejauh ini kami sudah periksa. Namun, nanti akan diuji laboratorium. Pada daging itu terdapat dua macam daging dengan ciri khas tertentu, yakni daging sapi dan daging babi rusa. 

Sementara untuk adanya daging kijang maupun kera kami masih terus selidiki,” papar Elok yang juga dokter hewan tersebut kemarin. Kepala Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) Jember Pitra Pendari memaparkan, berdasarkan hasil cek fisik, ciri daging yang dioplos itu sudah tampak sekali dari temuan bukti adanya rambut babi hutan. “Ciri-ciri rambut pada sebagian daging itu sudah mengungkapkan bahwa itu daging dari babi hutan,” ungkapnya. 

Meski demikian, mereka juga akan mencocokkan data kasus perburuan liar pada hewan babi hutan dan kijang yang masuk dalam populasi kawasan TNMB. Mengenai dugaan daging oplosan yang mengandung daging kera, Pitra juga masih perlu mengecek. “Karena itu, jika dalam daging oplosan itu memang benar kami temukan adanya daging kijang atau kera, maka sudah jelas alasan hukum untuk menjerat pelaku, yakni dengan Undang-undang Konservasi,” tegasnya.

Tersangka pelaku pengoplosan, yaitu Suwondo dan Samsul Arifin mengaku mendapat daging itu dari seorang bernama Suyitno, yang sudah masuk daftar buron polisi. Suyitno merupakan residivis kasus perburuan liar di kawasan TNMB. Kasatreskrim Polres Jember AKP Nur Hidayat mengaku masih menyelidiki kasus ini. 

Apalagi, menjelang Lebaran ini diduga banyak penjual daging mengambil untung, tapi dengan cara yang salah, yakni mengoplos daging. Dia menuturkan, daging oplosan tersebut dijual murah, yakni selisih Rp20.000 dari daging sapi murni yang harganya Rp60.000/kg. “Kami masih memburu pelaku utama, yakni Suyitno. Sementara untuk kasus Samsul, kami masih kumpulkan bukti. Dia belum ditahan, tapi wajib lapor saja,” tegasnya.

Bahaya Saus Busuk

Written By Unknown on Minggu, 20 Januari 2013 | Minggu, Januari 20, 2013



Bicara soal makanan, Indonesia bisa dibilang gudangnya makanan yang menerbitkan selera. Cari santapan mewah nan lezat ada atau santapan murah dan sederhana, namun hmmm.. tetap menggoyang lidah juga tersedia. Agar makanan jadi tambah lezat menambahkan campuran penambah rasa tertentu jadi opsi yang dipilih.

Anda suka pedas atau sekadar ingin menambahkan rasa menggigit pada makanan biasanya sambal jadi favorit. Bahkan bagi sebagian orang terutama pecinta makanan pedas tak lengkap rasanya jika tak menambahkan menu sambal disetiap makanan. Mau sambal pabrik atau sambal buatan sendiri tinggal pilih.

Untuk jenis makanan tertentu saus sambal dalam kemasan banyak digunakan terlebih jenis penganan pinggir jalan. Warnanya benar-benar menggugah selera.

Namun kegemaran masyarakat akan makanan bercita rasa pedas harus diikuti kehati-hatian. Tak hanya sebabkan gangguan perut tapi ada bahaya lain mengintai.

Berbekal informasi dari seorang kerabat tentang peredaran saus sambal berbahaya, tim Sigi belum lama ini menyambangi salah satu kota di Jawa Tengah. Penelusuran diawali di salah satu pasar.

Fakta mencurigakan segera didapati. Dibalik cabe-cabe segar ini terselip cabe yang sudah busuk. Begitu juga tomat-tomatnya yang sudah busuk tak dibuang tapi tetap dijual, tentu dengan harga yang sangat miring. Ternyata benar, upaya investigasi tak sia sia. Kabar adanya pembuatan saus tak sehat berhasil diperoleh.

Pembuatan saus tak sehat ini dilakukan seadanya di rumah berukuran kecil. Guna mengetahui lebih dekat, tim Sigi berpura-pura sebagai pembeli dalam partai besar sekaligus mencari tahu proses pembuatan saus sambal di tempat ini.

Informasi seputar proses pembuatan saus pelan-pelan mulai mengalir. Adonan saus sambal tersedia di drum-drum besar. Kemudian hanya dipanaskan di tungku besar.

Proses pengemasannya juga langsung dilakukan di tempat tersebut, tentu saja dengan teknologi seadanya. Saus yang telah diproses, dikemas, dan siap dipasarkan. Sejauh ini belum ditemukan unsur yang melanggar hukum.

Belum berhasil mengungkap produksi saus berbahaya, penelusuran dilanjutkan ke pembuat saus lainnya. Akhirnya didapati lagi salah seorang pembuat saus sambal yang diduga hasil produksinya sangat tidak higienis.

Pedagang tersebut ternyata bersedia buka kartu bagaimana cara dan trik membuat saus sambal dengan bahan sangat murah. Sudah bisa ditebak tidak bisa dipertanggungjawabkan kualitasnya bahkan cenderung tidak sehat dikonsumsi. "Tadinya nggak enak rasanya, tapi lama-lama banyak yang menyukainya," kata Parmin, pembuat saus.

Bahan baku yang diperlukan didapat dengan mudah di pasar. Cabe, pepaya, tomat hingga bawang semua dalam kondisi busuk. Masih ada fakta yang lebih mengerikan. Ia juga menambahkan bahan-bahan kimia berbahaya. Sang pembuat saus tak kesulitan mendapatkan bahan kimia yang seharusnya tak dijual bebas.

Tak mau gegabah saus buatannya dimasukkan ke botol layaknya produk berkualitas baik. Supaya tak berbiaya ia gunakan botol-botol bekas saus yang dikumpulkan di rongsokan. Sebelum pemrosesan bahan baku didapati fakta lain yang menjijikkan dari cabe busuk yang akan diolah.

Dan......dimulailah proses pembuatan saus sambal yang sangat tidak layak. Buah-buahan yang sudah busuk dihaluskan bukan dengan mesin tapi dengan diinjak-injak. Agar saus tahan lama adonan ditambahkan pengawet natrium benzoat.

Supaya berwarna segar dan menarik pembeli pewarna tekstil pun dihalalkan dicampur ke dalam adonan saus. Padahal, penggunaan bahan kimia tanpa perhitungan apalagi juga menggunakannya bukan untuk makanan akan sangat membahayakan.

Supaya tak terlalu kentara ada trik untuk mengelabui konsumen. Agar hasilnya lebih sempurna adonan disaring supaya saus lebih halus. Dan agar bau menyengat dari bahan-bahan busuk hilang adonan saus berbahaya ini dipanaskan. Proses pemanasan dilakukan juga untuk membuat saus ini lebih kental.

Saus pun siap dikemas. Botol-botol yang dibeli dari rongsokan jadi pilihan agar saus terlihat meyakinkan meski tanpa merek. Satu persatu botol diisi penuh dan siap dipasarkan.

Untuk menjual produk saus ini, sang pembuat saus harus berkeliling untuk menyasar pembeli. Harganya yang murah rupanya jadi daya tarik untuk pelanggannya. "Dengan modal sedikit saya ingin mendapat keuntungan yang lebih besar," ujar Parmin.

Supaya lebih mendapat kepastian bahaya atau tidaknya saus, tim Sigi membawanya ke laboratorium pangan. Hasilnya mengerikan. Kandungan pengawet di saus ini jauh diatas ambang batas yang bisa dikonsumsi.

Tidak main-main kandungan benzoat yang melampaui ambang batas akan berdampak sangat buruk bagi tubuh. Selain mengandung pengawet yang jauh melampaui ambang batas, hasil uji teknis laboratorium benar-benar membuktikan fakta ini. Belum lagi dampak dari ketidakhigienisan proses produksi dan bahan-bahan yang sudah busuk.

Efek buruk saus yang dibuat ugal-ugalan ini diamini oleh Dinas Kesehatan. Menurut Niken WH, Kepala Dinkes Kota Semarang, jika takarannya melebihi efek yang akan dirasakan adalah gangguan fungsi ginjal.

Namun sayangnya pengawasan soal beredarnya makanan berbahaya ini tampaknya belum jadi prioritas. Sementara lembaga pembinaan dan perlindungan konsumen punya komentar tersendiri seputar peredaran saus berbahaya. Faktanya saus berbahaya terbukti masih beredar di pasaran.

Bahaya Terigu Berbahan Kimia

Written By Unknown on Jumat, 07 Desember 2012 | Jumat, Desember 07, 2012



Untuk mengantisipasi kemungkinan timbulnya penyakit akibat penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) yang kurang bijaksana, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM RI) tidak merekomendasikan Benzoil Peroksida sebagai pemutih tepung terigu.

Dalam proses produksi tepung terigu, setelah gandum digiling menjadi tepung terigu sebenarnya, tidaklah serta-merta berwarna putih namun agak kekuningan dan kurang elastis. Terigu semacam ini kurang disukai sebagian besar konsumen karena bila dijadikan adonan roti tidak dapat mengembang dengan baik.

Untuk memperoleh terigu yang putih alami dengan mutu yang baik, terigu harus dibiarkan (diperam) selama lebih kurang 4 sampai 6 minggu. Selama masa pemeraman tersebut, bahan-bahan yang menyebabkan sifat lekat dan juga pigmen karotenoid akan teroksidasi sehingga akan diperoleh tepung terigu yang berwarna putih dengan daya kembang yang baik.

Proses pemeraman ini oleh sebagian produsen terigu dianggap tidak praktis karena memerlukan waktu, sehingga untuk mempercepat proses tersebut biasanya mereka menambahkan zat pemutih yaitu Benzoil Peroksida (BP). Dengan mencampur bahan kimia BP ke dalam terigu, warnanya akan dilunturkan menjadi lebih putih dalam waktu yang singkat.

Namun sebenarnya penggunaan bahan kimia BP ini cukup beresiko karena bisa memicu dan menyebabkan berbagai penyakit, srhingga tidak layak digunakan sebagai bahan tambahan pangan.

Di indonesia memang tidak secara eksplisit diatur mengenai penggunaan Benzoil Peroksida, namun dalam surat yang dikeluarkan BPOM RI, jelas tercantum bahwa penggunaan Benzoil Peroksida tidak di rekomendasikan sebagai bahan tambahan pangan perlakuan tepung, karena tiga alasan, pertama; Benzoil Peroksida merupakan senyawa reaktif dan mudah mengalami penguraian; kedua, studi klinis memperlihatkan bahwa Benzoil Peroksida dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan merupakan sensitizing agent; dan ketiga bahwa tepung terigu yang ditambahkan Benzoil Peroksida dapat mengurangi nilai nutrisinya, seperti berkurangnya kandungan protein ataupun karbohidrat.


Berdasarkan alasan tersebut, Bogasari tidak mau mengambil risiko dengan menggunakan bahan berbahaya tersebut yang jelas-jelas merugikan konsumen baik dari segi kesehatan maupun dari segi kualitas produksi. Oleh karena itu Bogasari menjamin bahwa seluruh merek terigu produksinya aman, dan berkualitas baik karena tidak menggunakan bahan pemutih Benzoil Peroksida ini.

Proses pemutihan terigu dilakukan dengan cara mencampurkan terigu dengan bahan kimia Benzoil Peroksida ini, dalam tempo yang singkat bahkan kurang dari 1 jam, seluruh terigu tersebut akan berubah menjadi lebih putih.

Selain memutihkan, Benzoil Peroksida juga bereaksi dengan terigu  yang akan mempengaruhi kandungan protein gluten dan mengakibatkan  sebagian nutrisi dalam terigu berkurang. Itulah sebabnya kutu/ serangga pun kurang menggemari terigu berpemutih, karena bahan kimia ini akan terus berada di dalam terigu putih ini selama dipasarkan sampai dikonsumsi.

Sama dengan bahan-bahan kimia lain, secara umum efek Benzoil Peroksida memang tidak langsung terasa. Namun dalam kurun waktu yang cukup lama, akibat negatifnya akan semakin terasa.

Oleh karena itu perlu hati-hati dan bijaksana dalam memilih bahan-bahan pangan, karena denan berbagai alasan kini banyak dijumpai bahan pangan yang diputihkan dengan tambahan ini.

Gunakan produk bahan pangan yang benar-benar berkualitas dan aman bagi kesehatan.

Translate This Page

Bahasa Sunda

Komentar Pelanggan

Artikel Terbaru

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Akang Aman Martabak - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger