Daging Sapi Oplosan - Akang Aman Martabak
Headlines News :
Home » » Daging Sapi Oplosan

Daging Sapi Oplosan

Written By Rahmat Kurniawan on Selasa, 22 Januari 2013 | Selasa, Januari 22, 2013



Anda termasuk konsumen daging? Ada baiknya Anda lebih waspada membeli daging. Sebab, terungkap adanya peredaran daging sapi yang diduga bercampur daging babi dan kera. 

Sekitar empat kuintal daging yang diduga “oplosan”itu disita polisi dari seorang pengepul di Dusun Silir, Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Kemarin, petugas dari Dinas Peternakan dan Kelautan, penyidik kepolisian dan Taman Nasional Meru Betiri menguji fisik daging tersebut. Ini seperti yang diungkapkan staf Dinas Peternakan dan Perikanan dr Elok Kristanti.

...Daging oplosan tersebut dijual murah, yakni selisih Rp20.000 dari daging sapi murni yang harganya Rp60.000/kg...

Setelah melakukan cek fisik daging di Polres Jember, dia menyimpulkan bahwa pada ada dua macam daging dengan ciri sangat khas, yaitu daging sapi dan daging babi rusa. “Sejauh ini kami sudah periksa. Namun, nanti akan diuji laboratorium. Pada daging itu terdapat dua macam daging dengan ciri khas tertentu, yakni daging sapi dan daging babi rusa. 

Sementara untuk adanya daging kijang maupun kera kami masih terus selidiki,” papar Elok yang juga dokter hewan tersebut kemarin. Kepala Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) Jember Pitra Pendari memaparkan, berdasarkan hasil cek fisik, ciri daging yang dioplos itu sudah tampak sekali dari temuan bukti adanya rambut babi hutan. “Ciri-ciri rambut pada sebagian daging itu sudah mengungkapkan bahwa itu daging dari babi hutan,” ungkapnya. 

Meski demikian, mereka juga akan mencocokkan data kasus perburuan liar pada hewan babi hutan dan kijang yang masuk dalam populasi kawasan TNMB. Mengenai dugaan daging oplosan yang mengandung daging kera, Pitra juga masih perlu mengecek. “Karena itu, jika dalam daging oplosan itu memang benar kami temukan adanya daging kijang atau kera, maka sudah jelas alasan hukum untuk menjerat pelaku, yakni dengan Undang-undang Konservasi,” tegasnya.

Tersangka pelaku pengoplosan, yaitu Suwondo dan Samsul Arifin mengaku mendapat daging itu dari seorang bernama Suyitno, yang sudah masuk daftar buron polisi. Suyitno merupakan residivis kasus perburuan liar di kawasan TNMB. Kasatreskrim Polres Jember AKP Nur Hidayat mengaku masih menyelidiki kasus ini. 

Apalagi, menjelang Lebaran ini diduga banyak penjual daging mengambil untung, tapi dengan cara yang salah, yakni mengoplos daging. Dia menuturkan, daging oplosan tersebut dijual murah, yakni selisih Rp20.000 dari daging sapi murni yang harganya Rp60.000/kg. “Kami masih memburu pelaku utama, yakni Suyitno. Sementara untuk kasus Samsul, kami masih kumpulkan bukti. Dia belum ditahan, tapi wajib lapor saja,” tegasnya.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Artikel Terbaru

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Akang Aman Martabak - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger